from maybe....this is my story of my adventure....!

Jadwal Pendaftaran dan Ujian Seleksi Masuk UI 2010/2011 Semester Gasal

Jalur Masuk Jenjang Lokasi Ujian Pendaftaran Online Seleksi Masuk Pengumuman
SIMAK UI Vokasi, Gelombang 1 Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Sarjana Reguler Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Sarjana Kelas Paralel Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Sarjana KKI Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Profesi, Gel 1 Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Magister, Gel 1 Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
SIMAK UI Doktor, Gel 1 Panlok - Panlok 18 Jan - 26 Mar 2010 11 April 2010 15 Mei 2010
KSDI Vokasi Daerah 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
KSDI Sarjana Reguler Daerah 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
KSDI Sarjana Kelas Paralel Daerah 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
Jalur Prestasi (Olimpiade Sains, Atlet & Seniman Berprestasi) Vokasi Hanya Jakarta 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
Jalur Prestasi (Olimpiade Sains, Atlet & Seniman Berprestasi) Sarjana Reguler Hanya Jakarta 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
Jalur Prestasi (Olimpiade Sains, Atlet & Seniman Berprestasi) Sarjana Kelas Paralel Hanya Jakarta 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
Jalur Prestasi (Olimpiade Sains, Atlet & Seniman Berprestasi) Magister Hanya Jakarta 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010
Jalur Prestasi (Olimpiade Sains, Atlet & Seniman Berprestasi) Doktor Hanya Jakarta 12 Apr - 23 Apr 2010 15 Mei 2010 29 Mei 2010

Berbuat kebaikan tanpa pamrih


Berbuat kebaikan yang tanpa pamrih akan menghasilkan buah yang baik pula.

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya.

Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya. Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini.. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan. Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson . “Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak.

Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu. Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya. Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya. “Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu.

Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja. Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya. Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah.

Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.

Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.’ “Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson! “

Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.”



APA ITU AC/DC ...???

AC/DC adalah kelompok musik hard rock yang dibentuk di Sydney, Australia pada November 1973 oleh rhythm guitarist Malcolm Young dan saudaranya lead guitarist Angus Young. Band ini telah menjual lebih dari 150 juta keping album di seluruh dunia. Album mereka dari tahun 1980, Back in Black, terjual 42 juta keping di dunia (21 juta di Amerika Serikat saja). Band ini telah memiliki dua lead singers, dan penggemarnya terbagi dua antara penggemar "Bon Scott era" (1974-80), dan "Brian Johnson era" (1980-sekarang).
Asal Sydney, NSW, Australia





Genre Hard rock, heavy metal, blues-rock, rock and roll

Tahun aktif 1973 – sekarang

Perusahaan rekaman Albert, EMI, Columbia, Epic, Atlantic, Atco, Elektra, East West

Terkait
dengan Geordie, The Easybeats

Situs web
www.acdc.com
www.acdcrocks.com


Benda Terbang Aneh

Sebuah foto BETA terkenal yang muncul di atas Passaic, New Jersey, pada tahun 1952, diambil dari dokumen FBI.

Benda Terbang Aneh (disingkat BETA; identik dengan makna dari istilah bahasa Inggris: unidentified flying object disingkat UFO) atau sering kali disebut sebagai benda terbang tak dikenal adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki. Istilah BETA diperkenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) era 1960-an RJ Salatun untuk fenomena ini [1]. Istilah lain yang digunakan adalah "piring terbang" (bahasa Inggris: flying saucer) dan pertama kali digunakan wartawan untuk menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, yaitu sembilan obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington.[2] Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah “Piring Terbang” mempengaruhi imajinasi banyak orang.[3]

Istilah lain yang juga sempat diperkenalkan adalah BETEBEDI (Benda Terbang Belum Dikenal) yang dikemukakan oleh seorang akuntan publik dari Bandung yang bernama C.M. Tanadi yang pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang fenomena ini dan majalah yang bernama Betebedi.
Jakarta - Fenomena UFO memang masih terus menjadi Kontroversi. Ada yang meyakini ada juga yang tidak percaya sama sekali terhadap makhluk aneh dari luar angkasa. Persoalannya UFO atau Alien itu sulit dibuktikan keberadaannya. Beberapa ahli psikoterapi yang menangani kasus "alien abduction" (penculikan alien) berkesimpulan bahwa alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan dari makhluk halus.

Namun menurut ahli metafisis dan peneliti UFO, kepercayaan bahwa UFO berasal dari dimensi lain sama halnya dengan keberadaan jin dan makhluk halus yang ada di dimensi yang berbeda. "Saya yakin UFO itu ada. Mereka sama seperti jin, setan, dan iblis. Mereka semua ciptaan tuhan," kata Prof. Limbat alias Mbah Lim kepada detikcom.

Hanya saja, kata Mbah Lim, untuk melihat penampakannya tidak bisa secara kasat mata. Mereka bisa dilihat di luar alam batas sadar. Misalnya dengan melakukan meditasi serta dalam tidur. Ia juga mengaku pernah melihat alien ketika melakukan meditasi. Menurutnya, sosok alien sangat aneh. Matanya sangat lebar, kupingnya panjang, kurus, dan kulitnya tebal seperti kulit badak.

Heboh soal UFO di Indonesia memang tidak seramai di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi siapa sangka, dari riset yang dilakukan Frank Small & Associates (FSA), pada 1997 silam menyimpulkan, lebih dari 67% orang Jakarta percaya terhadap UFO. Lembaga riset asal Australia ini pun hanya mencatat tidak lebih dari 20% orang Jakarta yang tidak percaya. Selebihnya abstain.

Sedangkan polling yang dilakukan oleh ROAR, sebuah konsorsium perusahaan iklan Carlton Screen, suratkabar The Guardian/The Observer, radio siaran Kiss FM, stasiun televisi Channel 4, majalah konsumen EMAP dan biro iklan BMP PMD, menunjukkan bahwa orang Indonesia yang berusia 15-24 tahun, 61% nya percaya kepada makhluk angkasa luar atau UFO. Polling yang dilakukan tahun 2000 itu, menjaring 1.000 koresponden dari berbagai daerah di Indonesia.

Hasil riset itu tentu sangat mengejutkan. Sebab di Indonesia masyarakatnya secara umum berpikiran secara agamis. Dan dalam pandangan agama sama sekali tidak pernah disinggung soal alien atau UFO.

Herannya lagi, sejumlah peristiwa penampakan UFO dan benda aneh lainnya juga kerap muncul di Indonesia, sekalipun yang melihatnya tidak sedang meditasi ataupun bermimpi. Komunitas Beta-UFO mencatat, dalam setahun, tidak kurang dari 23 peristiwa penampakan UFO terjadi di Indoneia. "Mereka yang melaporkan semuanya dalam keadaan sadar. Tidak tidur atau bermimpi," jelas Nur Agustinus, direktur Komunitas Beta-UFO.

Misalnya yang dialami Yudi, salah seorang anggota komunitas Eden. Pada 22 Januari 2006, Yudi, istri, kedua anaknya serta dua mertuanya mengaku telah menyaksikan pemandangan di langit yang tak pernah ada sebelumnya. Saat itu lima buah UFO hadir di atas langit rumah mereka di kawasan Pondok Gede.

Mereka melihat bagaimana lima buah UFO berada di atas awan, dan bergerak berputar dengan jalurnya masing-masing. Peristiwa itu berlangsung selama lebih kurang 15 menit. Cahaya terang yang memancar dari benda berukuran besar itu keluar dari pusat maupun bagian bawahnya. Sayangnya peristiwa itu tak terabadikan. karena Kamera handphone yang digunakan anak Yudi tak dapat mengambil gambar itu.

Pengalaman serupa juga dialami Riyogarta Luwiyana Pratukto. Warga asal Tangerang ini, pada 26 Maret 2006, mengaku melihat benda aneh di langit saat ia dan istri sedang pergi menuju ke MC Donald, di kawasan Sektor 9, Bintaro. Benda tersebut memiliki ekor yang pendek berwarna agak menghijau. Kerlap-kerlipnya persis seperti peri Tinkerbell dalam cerita Peterpan di langit timur.

Benda ini muncul tiba-tiba dan melaju sangat cepat lalu hilang begitu saja padahal langit saat itu hanya terisi oleh awan tipis. Sesampainya di McDonald, ia pun memberi kabar kepada kawannya. Ternyata kawannya itu juga mengatakan kalau adiknya melihat fenomena yang sama, hanya warnanya bukan hijau tapi biru.

Di Nias juga dilaporkan, pada 29 April 2006, UFO terlihat hadir di sana. Kesaksian ini diberikan Mikael Marbun melalui surat elektronik yang dikirim ke Beta-UFO. Saat itu, Marbun bersama tiga temannya mengaku melihat cahaya yang melintas dengan latarbelakang pesawat yang berbentuk hampir segitiga sebesar lapangan sepak bola. Benda itu sempat berhenti selama 30 detik lalu pergi lagi dengan kecepatan tinggi. Kejadian itu berlangsung jam 12.00 siang. Cuaca di lokasi saat itu, menurut Marbun,agak mendung namun tidak hujan. Cahaya yang muncul dari benda yang menyerupai pesawat itu berwarna kebiru-biruan dan tidak menimbulkan suara.

Fenomena aneh juga pernah dilihat oleh sebagian besar penduduk Yogyakarta dan Bantul, 26 Juli 2006. Sekitar pukul 19.30 WIB, sebagian penduduk dikejutkan kilatan cahaya terang yang bergerak cepat. Tak lama kemudian terdengar dua kali suara dentuman. Kilatan cahaya terang muncul dari arah timur menuju ke barat dan meninggalkan jejak asap panjang kebiruan yang lambat laun menghilang setelah dua menit.

Sejumlah astronom amatir kota Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Astro Club (JAC), juga sempat mengamati fenomena tersebut di pantai Parangkusumo. Kilatan cahaya itu dilaporkan melintasi titik zenith Parangkusumo. Kilatan itu sangat terang sehingga kawasan pantai yang semula gelap gulita mendadak jadi terang benderang. Kilatan cahaya yang sama juga dilaporkan teramati di tempat yang berjarak 40 km dari lokasi observasi JAC.

Benda asing mirip UFO juga dikabarkan sering muncul di daerah Mapia, Papua, tepatnya di sekitar Gunung Dogiyai. Menurut Hubertus Tebay, Ketua Forum Komunikasi Koperasi se-Distrik Mapia, ia beberapa kali melihat benda angkasa bercahaya. Pertama kali Tebay melihat sebuah benda bercahaya berbentuk helikopter di kampung Toubay. Heli itu terbang ke arah Gunung Dogiyai dan kemudian menhilang. Dari Toubay juga, Hubertus pernah melihat sebuah pesawat ukuran besar terbang ke arah Gunung Dogiyai. Gemuruh pesawat sangat jelas dan bentuk pesawat juga nampak sangat jelas.

Dari Bomomani, ibu kota distrik Mapia, Hubertus juga pernah melihat sebuah benda angkasa terbang sangat dekat di atas rumahnya menuju ke arah gunung Dogiyai. Benda angkasa kali ini bukan berbentuk heli atau pesawat, tetapi hampir mirip dengan berudu. Kepalanya satu bundaran, kemudian ekornya dua. Antara kepala dan ekor, dihubungkan oleh dua buah besi yang bercahaya. Warna cahaya seperti benda yang sedang kena strom listrik.

Hubertus mengatakan, dirinya tidak tahu menahu sedikitpun tentang UFO. Ia hanya menyangka bahwa benda-benda angkasa itu adalah tete nene moyang (ruh nenek moyang) yang menampakkan diri padanya. Hubertus menilai, benda-benda angkasa yang pernah ia temui itu, semuanya datang dan pergi dari Gunung Dogiyai yang terletak di sebelah selatan Mapia, tepatnya dekat kampung Diheugi. Kemungkinan besar, kata Hubertus, Gunung Dogiyai adalah semacam bandar udara UFO di bumi.

Berbagai kisah yang disampaikan masyarakat tersebut memang tidak lantas membuktikan kalau UFO atau benda aneh dari luar angkasa itu ada dan nyata. Sekalipun bagi para peneliti dan pemerhati UFO, kesaksian-kesaksian yang disampaikan masyarakat merupakan bukti kehadiran UFO di bumi. Jadi silakan saja percaya atau tidak terhadap fenomena UFO

peri ( fairy ),,,nyata atauw tidak..???


Jasad makhluk ini detemukan oleh seorang warga diatas gundukan tanah disekitar pekarangan rumahnya. Saat pertamakali melihatnya,orang tersebut mengira makhluk ini merupakan jasad anak kecil,maka ia pun bergegas meraih telpon genggamnya untuk menghubungi Polisi. Karena dorongan rasa ingin tahu yang besar,Sebelum polisi tiba di TKP,ia sempat mendekat dan melihat-lihat jasad makhluk tsb. Didalam hatinya dia juga sempat berfikir dan merasa janggal,mengapa jasad makhluk kecil yang satu ini mempunyai sayap mirip dedaunan?dan badannya terlalu mungil untuk ukuran seorang balita? Bahkan ketika polisi tiba,mereka juga bingung dan tidak mengerti,sebenarnya ini makhluk apa?



Menurut laporan dari hasil X-ray,makhluk tersebut memiliki struktur tulang mirip dengan susunan tulang pada balita,namun pada badannya sedikit berongga seperti jenis2 hewan insecta. Uniknya,ia juga memiliki bentuk fisik mirip dengan manusia,mempunyai 2 tangan lengkap dengan 5 jari,dua kaki,dan pada bagian kepalanya terdapat lapisan jaringan kulit sangat tipis yang ditumbuhi rambut berwarna pirang keemasan.

Tapi yang tidak habis dipikir,mengapa makhluk ini mempunyai sayap dan tinggi badannya tergolong sangat kecil,antara 10-20 cm tingginya. Jasadnya juga tidak membusuk,namun malah mengering dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk. Pada struktur sayapnya sendiri,walaupun sekilas jika dilihat mirip dengan dedaunan, tetapi ini bukanlah merupakan sejenis daun,jika diraba maka akan terlihat perbedanya. Sayapnya mirip dengan struktur sayap hewan-hewan insecta pada umumnya.

Sampai saat ini,tim forensik yang meneliti jasad makhluk ini belum mengerti sepenuhnya mengenai jenis dan identitasnya. Tetapi dari berbagai kesimpulan yang didapat, makhluk tersebut memilik struktur DNA mirip dengan DNA manusia, namun juga terdapat banyak kesamaan dengan hewan-hewan insecta.

Di wilayah pedasaan Derbyshire Countryside,Inggris sendiri,menurut penuturan beberapa penduduk setempat,memang pada malam hari sering muncul sinar-sinar cemerlang misterius yang berterbangan dibeberapa tempat didaerah itu. Biasanya paling sering muncul disekitar pinggiran sungai yang disekelilingnya penuh ditumbuhi dengan pepohonan atau disekitar areal perkebunan mereka. Namun,mereka tidak tahu dengan pasti makhluk apakah yang mengeluarkan sinar cemerlang tersebut,jika didekati seolah-olah sinar itu meredup dan ahirnya menghilang begitu saja.


INSCRIPTIONS on a mysterious 2000-year-old clockwork device suggest that the artefact was inspired by earlier devices made by the great Greek mathematician Archimedes.

The so-called "Antikythera mechanism" has puzzled historians since it was salvaged from an ancient shipwreck near the Greek island of Antikythera in 1901. It dates back to about 100 BC, and consists of more than 30 bronze gear wheels and pointers, enclosed in a wooden case.

The device is by far the most advanced scientific instrument to survive from antiquity - nothing else close to its complexity shows up in archaeological records for more than 1200 years, when mechanical clocks appeared in medieval Europe.

The Antikythera mechanism is thought to be a mechanical computer, which used sophisticated algorithms to calculate the motions of celestial bodies. A dial on the front showed the position of the sun, moon and probably the planets in the zodiac, while the back displayed a 19-year lunisolar calendar, as well as the timing of eclipses (Nature, DOI: 10.1038/nature05357; Interdisciplinary Science Reviews, vol 32, p 27).

The mechanism may have been used by philosophers to show the workings of the heavens, as suggested by the Roman author Cicero, who wrote in the 1st century BC of bronze devices that erroneously modelled the movements of the sun, moon and planets around Earth.

The origin of the Antikythera mechanism was a mystery, but newly deciphered inscriptions show that its calendar used local month names. They match those used by Greek colonies founded by the city of Corinth, and a prime candidate is Syracuse, in Sicily (Nature, DOI: 10.1038/nature07130).

Alexander Jones of the Institute for the Study of the Ancient World in New York, who helped deciphered the inscriptions, says the presence of a local calendar supports the idea that rather than being used by astronomers, the mechanism was intended for demonstrations, albeit to a small, educated elite.

Jones and his colleagues say the identification of Syracuse is intriguing because one of the models Cicero mentioned in his writings was made by Archimedes in the 3rd century BC. Archimedes worked in Syracuse, so the Antikythera mechanism, made at least a century later, might be part of a tradition of geared mechanisms begun by the legendary mathematician.

But this also prompts a new mystery, because the wreck on which the mechanism was found was a Roman ship, sailing not from Sicily but from the eastern Mediterranean in 70-60 BC, mostly likely taking looted Greek treasures back to Rome.

"The route of the ship is puzzling," says Paul Cartledge, a professor of Greek history at the University of Cambridge, UK. "It was going from east to west, and Antikythera is well to the east of Syracuse."

Cartledge says it's not impossible that the instrument was designed in the east – Rhodes or Alexandria say – for use in Syracuse.

However the mechanism seems to have been several decades old when it was taken on its final journey. So perhaps it was made in Syracuse for a wealthy owner who subsequently moved to the eastern Mediterranean, or was carried there as a gift or votive offering, before later becoming part of booty taken for Rome.

Jo Marchant is author of Decoding the Heaven

"ROMEO JULIET"

The earliest edition of Romeo and Juliet, so far as we know, was a quarto printed in 1597, the title-page of which asserts that "it hath been often (with great applause) plaid publiquely." A second quarto appeared in 1599, declared to be "newly corrected, augmented, and amended."

Two other quartos appeared before the folio of 1623, one in 1609 and the other undated; and it is doubtful which was the earlier. The undated quarto is the first that bears the name of the author ("Written by W. Shake-speare"), but this does not occur in some copies of the edition. A fifth quarto was published in 1637.

The first quarto is much shorter than the second, the former having only 2232 lines, including the prologue, while the latter has 3007 lines. Some editors believe that the first quarto gives the author's first draft of the play, and the second the form it took after he had revised and enlarged it; but the majority of the best critics agree substantially in the opinion that the first quarto was a pirated edition, and represents in an abbreviated and imperfect form the play subsequently printed in full in the second. The former was "made up partly from copies of portions of the original play, partly from recollection and from notes taken during the performance;" the latter was from an authentic copy, and a careful comparison of the text with the earlier one shows that in the meantime the play "underwent revision, received some slight augmentation, and in some few places must have been entirely rewritten." A marked instance of this rewriting--the only one of considerable length--is in ii. 6. 6-37, where the first quarto reads thus (spelling being modernized):

JULIET: Romeo.

ROMEO: My Juliet, welcome. As do waking eyes
Closed in Night's mists attend the frolick Day,
So Romeo hath expected Juliet,
And thou art come.

JULIET: I am, if I be Day,
Come to my Sun: shine forth and make me fair.

ROMEO: All beauteous fairness dwelleth in thine eyes.

JULIET: Romeo, from thine all brightness doth arise.

FRIAR: Come, wantons, come, the stealing hours do pass,
Defer embracements till some fitter time.
Part for a while, you shall not be alone
Till holy Church have joined ye both in one.

ROMEO: Lead, holy Father, all delay seems long.

JULIET: Make haste, make haste, this lingering doth us wrong.

For convenient comparison I quote the later text here:

JULIET: Good even to my ghostly confessor.

FRIAR LAURENCE: Romeo shall thank thee, daughter, for us both.

JULIET: As much to him, else is his thanks too much.

ROMEO: Ah, Juliet, if the measure of thy joy
Be heap'd like mine and that thy skill be more
To blazon it, then sweeten with thy breath
This neighbour air, and let rich music's tongue
Unfold the imagin'd happiness that both
Receive in either by this dear encounter.

JULIET: Conceit, more rich in matter than in words,
Brags of his substance, not of ornament.
They are but beggars that can count their worth;
But my true love is grown to such excess
I cannot sum up half my sum of wealth.

FRIAR LAURENCE: Come, come with me, and we will make short work;
For, by your leaves, you shall not stay alone
Till holy church incorporate two in one.

The "omission, mutilation, or botching" by which some editors would explain all differences between the earlier and later texts will not suffice to account for such divergence as this. "The two dialogues do not differ merely in expressiveness and effect; they embody different conceptions of the characters;" and yet we cannot doubt that both were written by Shakespeare.

But while the second quarto is "unquestionably our best authority" for the text of the play, it is certain that it "was not printed from the author's manuscript, but from a transcript, the writer of which was not only careless, but thought fit to take unwarrantable liberties with the text." The first quarto, with all its faults and imperfections, is often useful in the detection and correction of these errors and corruptions, and all the modern editors have made more or less use of its readings.

The third quarto (1609) was a reprint of the second, from which it "differs by a few corrections, and more frequently by additional errors." It is from this edition that the text of the first folio is taken, with some changes, accidental or intentional, "all generally for the worse," except in the punctuation, which is more correct, and the stage directions, which are more complete, than in the quarto.

The date of the first draft of the play has been much discussed, but cannot be said to have been settled. The majority of the editors believe that it was begun as early as 1591, but I think that most of them lay too much stress on the Nurse's reference (i. 3. 22, 35) to the "earthquake," which occurred "eleven years" earlier, and which these critics suppose to have been the one felt in England in 1580.

Aside from this and other attempts to fix the date by external evidence of a doubtful character, the internal evidence confirms the opinion that the tragedy was an early work of the poet, and that it was subsequently "corrected, augmented, and amended." There is a good deal of rhyme, and much of it in the form of alternate rhyme. The alliteration, the frequent playing upon words, and the lyrical character of many passages also lead to the same conclusion.

The latest editors agree substantially with this view. Herford says: "The evidence points to 1594-1595 as the time at which the play was substantially composed, though it is tolerably certain that some parts of our present text were written as late as 1596-1598, and possibly that others are as early as 1591." Dowden sums up the matter thus: "On the whole, we might place Romeo and Juliet on grounds of internal evidence, near The Rape of Lucrece; portions may be earlier in date; certain passages of the revised version are certainly later; but I think that 1595 may serve as an approximation to a central date, and cannot be far astray."

For myself, while agreeing substantially with these authorities, I think that a careful comparison of what are evidently the earliest portions of the text with similar work in Love's Labour's Lost (a play revised like this, but retaining traces of the original form), The Two Gentlemen of Verona, and other plays which the critics generally assign to 1591 or 1592, proves conclusively that parts of Romeo and Juliet must be of quite as early a date.

The earliest reference to the play in the literature of the time is in a sonnet to Shakespeare by John Weever, written probably in 1595 or 1596, though not published until 1599. After referring to Venus and Adonis and Lucrece, Weever adds:

Romeo, Richard, more whose names I know not,
Their sugred tongues and power attractive beuty
Say they are saints...

No other allusion of earlier date than the publication of the first quarto has been discovered.